Masa lalu memanggil lewat daun-daun pinggir jalan. Mencoret kata, menjegal ingatan duka. Melepas rasa, kelam Desember bertadah mendung yang sayu, seperti tujuh waktu, terhambur-lepas di sela waktu, lupakan, tak pantas untuk terkenang...Hidup yang sepi, tetapi kacau tetap ku gumuli. Tak akan pernah sampai ke mana-mana. Hatiku tak juga reda, nafasku tak pernah lega. Menghantui diri dengan ketakmengertian, kebingungan yang tak beralasan. Ketakukan adalah kenyataan yang tak bisa ku pegang. Duniaku adalah hati yang lelah dan putus asa. Begitukah hidup yang harus di jalani?Bukankah memang begitu? Hidup sejak mula adalah putus asa. Seperti kata sajak Chairil: "hidup cuma menunda kekalahan..." Ku terima itu sebelum aku mabuk dengan keyakinan bahwa hidup dapat terpegang dengan jelas, dengan pongah. Ku terima hidup yang tak akan berulang, tak ada 'kembali', karena jalan kembali sudah tak nampak lagi...Sampai kapan pun tak akan kita mengerti. Rayakan saja apa yang jadi kebanggaan dunia. Dan kematian... Yang dicemaskan setiap manusia, tak akan lama membidik waktu yang tepat, melepaskan mimpi dari kehendak kuasa, dunia... Ya!!!! Ketiadaan itu, cinta itu, sunyi itu, hasrat itu, luka itu, kemungkinan itu... Akan selalu ada....
Rabu, 12 Desember 2012
Desember Kelam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar